Pencarian

Senin, 27 Februari 2017

Dua Metode Cara Menggugurkan Kandungan

Dua Metode Cara Menggugurkan Kandungan menurut medis umumnya dengan metode yang digunakan dalam tindakan aborsi adalah dengan menggunakan obat-obatan atau operasi. Kedua metode tersebut sama efektif  untuk aborsi masa kehamilan trimester pertama. Sedangkan untuk masa kehamilan trimester kedua dan selanjutnya, lebih aman menggunakan metode operasi.

Proses aborsi dengan menggunakan metode Obat Aborsi pada awalnya akan menghalangi hormon progesteron, sehingga lapisan rahim menjadi tipis. Hal itu kemudian mencegah janin yang tertanam untuk terus tumbuh. Efek obat itu juga akan menyebabkan rahim berkontraksi sehingga embrio akan dikeluarkan melalui vagina.

Sedangkan, aborsi dengan metode operasi yang paling umum dilakukan adalah aspirasi vakum. Ada dua alat yang bisa digunakan, yaitu manual vacuum aspiration (MVA) yang menggunakan syringe secara manual untuk mengeluarkan embrio dari rahim atau menggunakan electric vacuum aspirastion (EVA) dengan menggunakan pompa listrik.

Untuk aborsi usia kehamilan lebih dari empat bulan, metode operasi yang digunakan adalah Dilation and Evacuation (D&E). Metode ini menggunakan peralatan operasi untuk membuka leher rahim dan menyedot janin untuk mengeluarkannya dari rahim.

Namun harus tetap dipertimbangkan bahwa risiko dari aborsi tidak sedikit. Di antara beberapa risiko yang bisa disebutkan, antara lain
  • Pendarahan parah
  • Rusaknya kondisi rahim
  • Infeksi akibat aborsi yang tidak tuntas.
  • Beberapa gangguan sistem reproduksi seperti penyakit radang panggul, kemandulan hingga kehamilan ektopik dapat terjadi, jika terjadi infeksi akibat aborsi yang tidak ditangani dengan tepat.
Selain itu, kondisi serviks yang tidak optimal lantaran dilakukan aborsi berkali-kali, dapat meningkatkan risiko keguguran di kemudian hari, belum lagi jika anda melakukannya dengan cara ilegal, bisa dijerat dengan hukuman pada Undang-undang penyalahgunaan aborsi di Negara kita. Baca Juga: Peraturan Aborsi di Negara kita Indonesia

Semua jenis aborsi memiliki risiko komplikasi dan usia kehamilan turut berperan dalam menentukan tingkat risiko:
  • Aborsi kehamilan trimester pertama berisiko cukup rendah yaitu di bawah 0.05 persen.
  • Aborsi trimester kedua rata-rata komplikasi meningkat hingga 50 persen atau lebih. Semakin besar usia kehamilan, maka semakin tinggi pula risiko kematian.
Dari resiko dan hukuman bagi orang yang melakukan aborsi seperti diatas, apakah anda ingin melanjutkannya untuk menggugurkan kandungan anda ? Pertimbangkan dengan matang-matang sebelum mengahiri kehamilan anda dengan Cara Aborsi.


Artikel Terkait


Tidak ada komentar:

Posting Komentar